9 Cara Menanggulangi Desa Terserang Virus H5N1

by admin on February 5, 2010

Situasi kasus flu burung ( H5N1) saat ini memang sudah mereda. Media informasi seperti televisi sudah jarang mempublikasikan perkembangan kasus flu burung saat ini. Tetapi belum saatnya kita harus bersantai, belum saatnya kita untuk tidak memikirkan hal ini. Ditambah lagi santernya kasus H1n1 kemarin membuat kita harus lebih waspada. Salah satu hal terpenting adalah bagaimana kita melindungi diri kita dan masyarakat terhadap penyakit menular yang satu ini. Fenomena yang saya tangkap bahwa ada pergeseran faktor resiko dan lokasi terserangnya unggas terhadap penyakit H5N1 ini. Secara logika mestinya desa yang memiliki tingkat lalu lintas padat yang terlebih dahulu terserang penyakit ini pada unggasnya. Tetapi beberapa penyelidikan yang saya lakukan justru desa yang terpencil yang unggasnya terserang penyakit ini.

Beberapa pengalaman yang saya lakukan dalam hal penyelidikan dan pengamatan penyakit ini terdapat beberapa kesimpulan yang saya tangkap, salahsatu diantaranya adalah :

Sebagian masyarakat menganggap penyakit ini biasa-biasa saja. Ini terlihat ketika terdapat unggas mati di lingkungannya mereka merasa biasa-biasa saja walaupun sudah dipastikan bahwa unggas yang mati tersebut positif H5N1.

Kesimpulan saya di atas mengindikasikan bahwa masyarakat mungkin ada yang kurang faham dengan bahaya penyakit ini atau oleh karena belum ada tetangga mereka yang terkena penyakit ini. Maka, sewajarnya kita untuk saling mengingatkan.

Dalam suatu lingkungan, misalnya sebuah desa yang berpotensi tertular penyakit ini pada unggasnya atau desa yang terdapat unggasnya positif H5N1 saya sarankan melakukan hal-hal berikut :

  1. Tidak panik.
  2. Terus memantau perkembangan kematian unggas.
  3. Segera laporkan ke RT, Kepala Desa sampai pada jenjang dinas terkait.
  4. Lakukan musyawarah desa untuk mengatasi hal ini, dapat juga mengundang narasumber dari pihak terkait.
  5. Koordinasikan ke pihak bidan desa, puskesmas atau untuk membuat pos pusat informasi dan deteksi dini.
  6. Untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong
  7. Cari informasi yang benar mengenai hal ini sebanyak-banyaknya. Termasuk cara-cara pencegahan terhadap penyakit H5N1 ini.
  8. Segera laporkan bila terdapat warga yang menderita sesak, demam tinggi dan batuk setelah bersentuhan dengan unggas.
  9. Tetap menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan setelah bersentuhan dengan unggas.
    Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.
Jika artikel ini bermanfaat dan ingin mendapatkan tips-tips sehat paling populer. Silahkan berlangganan gratis dan masukkan alamat email anda, lalu cek email anda dan verifikasi. mudah kan:

Delivered by FeedBurner

Cara Cepat Hamil

Related posts:

  1. 10 cara pencegahan dari virus H1N1 dan sejenisnya
  2. Update Situasi flu Burung di Indonesia

{ 15 comments… read them below or add one }

Amink February 5, 2010 at 9:56 am

punten….ka hiji heula euy…

hatur nuhun saranna kang…
punten euy…

Reply

sobatsehat February 5, 2010 at 11:41 pm

heheheh, mas amink kurang faham sya apa itu……btw thanks mas
.-= sobatsehat´s last blog ..6 Alasan Mengapa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menyerang Siapa Saja =-.

Reply

Gema February 5, 2010 at 10:59 am

Ketidaksadaran masyarakat akan bahaya penyakit yang ada dilingkungannya, menambah parah keadaan,

Semoga kesadaran kita semua untuk menjaga lingkungan kita dapat selalu ditingkatkan.

online marketing inspiration
.-= Gema´s last blog ..Stop Watching Fucking Lost =-.

Reply

sobatsehat February 5, 2010 at 11:37 pm

yang penting kita harus tetap wspada mas…

Reply

annosmile February 5, 2010 at 1:55 pm

memang sudah tidak dipublikasikan di media cetak maupun elektronik
sekarang lagi rame2 masalah century
kasus flue burung jadi dikesampingkan..
terima kasih tips2nya
.-= annosmile´s last blog ..Cemoro Lawang, Gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru =-.

Reply

sobatsehat February 5, 2010 at 5:25 pm

sama-sama mas…….yang penting kita harus waspada mas

Reply

sandi February 6, 2010 at 7:55 am

betul mas putra, walaupun sudah mereda kita harus tetap waspasa, apalagi di Indonesia sekarang lagi pada musim hujan, katanya rentan untuk terjadinya penularan ya….
.-= sandi´s last blog ..TANDA-TANDA OBAT KADALUARSA =-.

Reply

sobatsehat February 6, 2010 at 12:34 pm

sip mas sandi………..
ia musim hujan jadi salah satu faktornya pendukungnya mas ………….

Reply

klikalfon February 6, 2010 at 1:44 pm

thanks banget mas info yang sangat bermanfaat, dan sayapun ngerasa tersindir karena sayapun termasuk orang yang gak sadar seblum saya datang ke blognya mas ini salam kenal
.-= klikalfon´s last blog ..Masalah Kesehatan Yang Sangat Mengganggu =-.

Reply

Puskel February 6, 2010 at 3:44 pm

Dalam konsep desa siaga sikap tanggap seluruh lapisan masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan atau penyakit khususnya flu burung harus selalu diperhatikan baik-baik…

Reply

sobatsehat February 6, 2010 at 8:28 pm

ia bli………konsep desa siaga juga sangat berperan penting sebagai lini terdepan masalah ini

Reply

sauskecap February 6, 2010 at 10:09 pm

nice tips… mungkin salah satu yang menjadi masalah ada beberapa pihak yang menutup mata… misalnya dia tahu bahwa ayamnya mati mendadak… tetapi dia pura-pura tidak tahu dan menghibur diri bahwa ayamnya mati karena lain hal, dengan alasan tidak mau rugi…
.-= sauskecap´s last blog ..Menu Makanan yang Sebaiknya Tidak Dicoba =-.

Reply

cah ndeso February 6, 2010 at 10:36 pm

informasinya menarik sekali nih Mas :D
ijin nyatet dulu biar ndak kelupaan kalo ditanyain ntar :lol:

Reply

Indo Hijau February 12, 2010 at 6:32 am

Syukurlah sekarang daerah saya sudah tidak ada lagi lagi H5N1 dan sudah dinyatakan sebagai propinsi pertama di Indonesia yang berhasil bebas H5N1.

Reply

sandhytra May 13, 2011 at 8:01 pm

Flu burung sulit dibebaskan karena penyakit telanjur endemik dan virus mudah mengalami mutasi dan selalu ada di alam pada hewan vektor yang kadang sulit dideteksi. Tidak ditemukan kasus dilapangan karena tidak dilaporkan, apalagi petugas tidak pernah turun kelapangan.. Pada ayam buras tidak pernah mewabah karena sistem pemeliharaannya dilepas sehingga kontak satu dengan yang lainnya terbatas berbeda dengan ayam petelur dan broiler yang dikandangkan sehingga kontak intensisf sehingga siklus penularan intensif pula melalui air minum, pakan dan kandangnya.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: