5 Diagnosis Banding Penyakit dengan Gejala Demam

by admin on April 7, 2010

Diagnosis Banding Penyakit dengan Gejala Demam

Bila tubuh mengalami gangguan fisik atau psikis, seringkali dikeluhkan gejala demam yang di identikkan dengan istilah panas badan. Dalam dunia medis  demam disebut juga fever atau febris. Demam merupakan reaksi awal tubuh terhadap rangsangan mikroorganisme penyakit yang masuk kedalam tubuh, sehingga suhu badan akan meningkat diatas 37,5 derajat Celsius. Kondisi ini bisa diukur dengan termometer di daerah oral ( mulut ), axilla ( ketiak )  atau dubur ( rectal ).

Setiap penyakit yang disebabkan oleh invasi bakteri atau virus pada  umumnya menimbulkan gejala demam pada tubuh kita. Dalam kondisi iklim pancaroba dan perubahan kualitas lingkungan pemukiman ada beberapa jenis penyakit yang mempunyai gejala demam yang hampir mirip sehingga perlu ditegakkan diagnosis pasti dengan bantuan pemeriksaan penujang laboratorium.

Berikut ini 5 diagnosis banding  penyakit dengan gejala  demam :

  1. Demam Berdarah. Demam terus menerus 2-7 hari, disertai tanda perdarahan seperti: petekie
    (bintik merah pada kulit), epistaksis (mimisan), atau berak darah (melena). Hasil pemeriksaan laboratorium: jumlah trombosit menurun (trombositopenia), kadar hematokrit meningkat (hemokonsentrasi), hasil tes serologis positif antigen virus  dengue.
  2. Demam Chikungunya. Demam dirasakan 3-5 hari, dengan keluhan nyeri otot, sakit kepala seperti rasa tegang, Dengan pemeriksaan serologis (tes darah) akan diketahui antigen penyebabnya dari strain golongan virus chikungunya
  3. Demam Influenza. Biasanya diawali keluhan pilek, batuk, demam 1-2 hari, sakit kepala, dan
    gangguan saluran pernafasan lainnya seperti sesak nafas, hidung tersumbat, sakit menelan. Dari hasil pemeriksaan darah hanya ada sedikit peningkatan jumlah leukosit (sel darah putih), kriteris darah lengkap lainnya umumnya dalam batas normal.
  4. Demam Malaria. Perasaan demam dialami 2-7 hari berturut-turut, disertai keluhan nyeri
    kepala, otot-otot, seluruh badan, menggigil dan berkeringat dingin. Pemeriksaan darah lengkap khususnya tes darah tepi menunjukkan hasil positif terhadap salah satu parasit plasmodium  yang menginfeksi.
  5. Demam Tifoid. Panas badan bisa lebih dari 7 hari, mual, muntah, diare, dan gangguan
    pencernaan lainnya. Melalui tes darah Widal, diketahui titer antigen penyebab yakni Salmonella
    typhosa atau paratyphosa akan menunjukkan tanda peningkatan postitif.

Berdasarkan beberapa pengalaman medis, adanya gejala penyakit menyerupai demam, patut diwaspadai, terutama pada bayi, anak dan usia lanjut. Sekadar saran dan mengingatkan para sobatsehat, bila mengalami gangguan kesehatan, tetaplah mewaspadai gejala demam, sekecil apapun keluhan subyektif yang dirasakan. Sebab ada kemungkinan bisa mengalami salah satu jenis penyakit tersebut atau beberapa penyakit itu secara bersamaan. Berhati-hatilah mengkonsumsi obat sesuai petunjuk dan aturan pemakaiannya. Segeralah berkonsultasi ke dokter ataupun berobat ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. (dirangkum dari berbagai sumber referensi kesehatan).

Tulisan diatas adalah kiriman dari dr.  I Putu Sudayasa  M. Kes

Mau informasi tentang Bali, simak di Bali beach, Bali culture and art.

    Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.
Jika artikel ini bermanfaat dan ingin mendapatkan tips-tips sehat paling populer. Silahkan berlangganan gratis dan masukkan alamat email anda, lalu cek email anda dan verifikasi. mudah kan:

Cara Cepat Hamil

Related posts:

  1. Kenali 10 Gejala-gejala Penyakit Demam berdarah
  2. Mengenal Penyakit Malaria, Plasmodium, Gejala, Penularan dan Pencegahannya
  3. 7 Cara Deteksi penyakit anda dengan melihat kejanggalan kuku
  4. Cegah demam berdarah dengan kentongan
  5. Sebaiknya anda tahu Beda DBD dengan Demam Berdarah
  6. Kenali Penyakit Leptospirosis, Penyakit di Musim Banjir
  7. 6 Alasan Mengapa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menyerang Siapa Saja
  8. 5 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Penyakit Amoebiasis
  9. Mengenal Penyakit Filariasis, Cara penularan dan pencegahnnya
  10. Mengenal penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

Previous post:

Next post: