Inilah Alasan Mengapa Plastik Berbahaya

by admin on July 18, 2010

Inilah Alasan Mengapa Plastik berbahaya bagi makanan

Salah satu keunggulan plastik  adalah sebagai bahan pembungkus yang paling simple, fleksibel, ringan dan inilah mengapa plastik begitu menjadi popular di mata masyarakat. Akan tetapi sebetulnya ada bahaya yang tersembunyi di balik plastik

Seperti Monomer dan plasticizer adalah bahan kimia yang terkandung di dalam plastik. Beberapa diantaranya sangat berbahaya bagi manusia. Kontak langsung antara makanan yang dikemas di dalam plastik  dapat menyebabkan migrasi molekul plastik  ke dalam makanan.

Beberapa faktor yng mempengaruhi perpindahan molekul plastic ke dalam makanan, yaitu jenis makanan atau minuman, lama paparannya dan suhu. Makanan yang mengandung lemak dan masih dalam keadaan panas adalah paling berpotensi terjadinya migrasi tersebut.

Selain itu, makin lama makanan atau minuman di kemas dalam plastic, maka makin kuat migrasi itu terjadi. Bila sudah terjadi migrasi dan bahan yang bermigrasi itu berbahaya bagi kesehatan, maka hal itulah yang menjadi masalah kesehatan.  Itu karena kita telah mengkonsumsi makanan yang telah mengandung molekul plastik.

Tips : Untuk itu, gunakan wadah plastik yang memiliki jaminan mutu dan keamanan pangan serta gunakan sesuai instruksi penggunaan wadah. Lebih baik hindari mengemas makanan atau minuman dalam suhu lebih dari 60 derajat, serta jangan membeli makanan cair panas dan berminyak, seperti bakso, yang dikemas dalam kantong plastik.

    Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.
Jika artikel ini bermanfaat dan ingin mendapatkan tips-tips sehat paling populer. Silahkan berlangganan gratis dan masukkan alamat email anda, lalu cek email anda dan verifikasi. mudah kan:

Cara Cepat Hamil

Related posts:

  1. 6 Alasan Mengapa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menyerang Siapa Saja
  2. Alasan Mengapa Zinc Diberikan Pada Penderita Diare
  3. 6 Alasan Harus Cukup Minum Air Putih
  4. Inilah Vitamin Penunda Penuaan Pastinya Bikin Awet Muda

Previous post:

Next post: