Mengenal kanker paru, orang beresiko, gejala dan pengobatannya
Kanker pembunuh terbesar adalah kanker paru, membunuh hampir 9o%  penderitanya, atau 30% dari seluruh kematian akibat kanker.
Pengertian adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.
Siapa saja yang berisiko ?
Yang paling berisiko adalah orang –orang yang sering terpapar asap rokok. Sebagian kecilnya adalah yang bekerja dengan asbes, arsen, kromat, nikel, kloromatil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Kadang kanker paru ( terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar ) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Gejala-gejalanya yaitu :
- Batuk yang terus menerus atau bertambah parah.
- Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
- Napas sesak dan pendek-pendek
- Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
- Kelelahan kronis.
- Kehilangan selera makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Suara serak atau parau.
- Pembengkakan di wajah atau leher.
Bahaya nya kalau sudah kena adalah :
- Paru-paru akan mengalami kerusakan, seperti pembesaran kantung udara yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas.
- Penyebaran ke organ lain sangat cepat karena paru-paru bertugas mengantarkan oksigen ke organ tubuh yang penting Otak, Jantung, Hati dan Ginjal.
Pengobatan
- Pembedahan dengan membuang satu bagian dari paru-paru kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
- Radioterapi atau radiasi dengan sinar- X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Yaitu dengan meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.
Semua pengobatan yang dilakukan mengandung resiko efek samping yang cukup besar.
Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati !!!!!!
- Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi.
Related posts:
- Kenali Gejala Kanker Leher Rahim
- Mengenal Penyakit Malaria, Plasmodium, Gejala, Penularan dan Pencegahannya
- Kenali Penyebab dan Tanda-Tanda Kanker Payudara
- 5 Macam Tes Untuk Kanker leher Rahim
- 5 Gejala Awal Penyakit Stroke
- Cara mencegah jerawat dan mengenal penyebab jerawat
- Kenali 10 Gejala-gejala Penyakit Demam berdarah
- Cara mencegah, gejala dan menanggulangi penyakit demam berdarah
- Mengenal Penyakit Ginjal, Penyebab, Cara Mencegah dan Cara Mengatasinya
- Mengenal alergi telur, penyebab dan pencegahannya.

