Menurut Maria Melisa, Seorang Dental Datailing Manager, GSK Consumer Healthcare, saat Media Briefing, Sensodyne Expert Sharing di FKG UI, Jakarta. Masalah pada gigi sensitif mulai di alami pada usia 20 – 50 tahun dan siapa menduga bahwa gigi sensitif banyak di alami oleh wamita yang menganut gaya hidup bersih.
Gigi sensitif tentunya sangat mengganggu aktifitas kuliner anda. Ketika akan mengkonsumsi sesuatu makanan malah menjadikannya hambatan untuk kenikmati makanan tersebut. Kebiasaan terlalu menekan sikat gigi pada saat mengosok gigi dapat pula memicu gigi sensitif karena terjadi penurunan gusi dari leher gigi. Akibatnya, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu.
Nah, inilah secara garis besar 10 penyebab gigi sensitif :
- Menurunya gusi dari leher gigi.
- Kurang memperhatikan kebersihan gigi dan mulut.
- Sering Bleaching.
- Terkikisnya email gigi
- Menyikat gigi terlalu kuat.
- Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang bersifat asam.
- Mulut kering sehingga produksi air liur sedikit.
- Faktor Usia
- Infeksi gusi yang terus menerus
- Sering mengalami gigi gerinding saat tidur
So, jadi bagaiman mengatasinya ? dengan menggunakan pasta gigi mengandung potassium nitrar dan strontium chlorida.
Mungkin sobat sehat punya pendapat lain ? saya harap dapat berbagi
Related posts:
- Kenali 7 Penyebab utama Bau mulut
- 5 tips sehat mencegah kerusakan gigi
- Cara Cerdas Memutihkan Gigi secara Alami
- 5 Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
- Kenali Penyebab dan Tanda-Tanda Kanker Payudara
- 7 Tips Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa
- Kenali Gejala Kanker Leher Rahim
- 4 Cara Efektif Mengatasi Bau Mulut
- Kenali 10 Gejala-gejala Penyakit Demam berdarah
- Mengenal Penyakit Ginjal, Penyebab, Cara Mencegah dan Cara Mengatasinya

